Makassar Biennale/Artefact.id
Dalam beberapa tahun terakhir, dengan penyebaran email, WhatsApp dan lain-lain, proporsi komunikasi visual makin meningkat. Namun, terkadang sulit untuk memahami maksud teks sehingga persoalan atau hambatan-hambatan komunikasi juga makin meningkat.
Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengalaman dalam komunikasi suara yang baik. Selain "konteks", untuk memahami satu kalimat komunikasi visual perlu kesan tambahan yaitu dengan membayangkan "bunyi kata-kata" tersebut saat membaca kalimat di samping. Jika kita tidak dapat membayangkan "intonasi" kata-kata tersebut, kita akan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kalimat visual.
Karena itu, saya pikir memungkinkan untuk mengupayakan komunikasi yang lancar dengan cara mendengarkan kata-kata kita sendiri dengan jeda dan mencoba menangkap kata-kata kita sendiri dari sudut pandang orang lain dengan menyadari "intonasi suara".
Selain itu, saya membayangkan bahwa akan menjadi penting di masa depan untuk memiliki "adab/tata krama bersuara" dalam menjalani kehidupan di perkotaan. Ini juga yang saya rasakan saat tinggal di Tokyo.
Di tempat di mana banyak orang berkumpul, sangat penting untuk menyadari seberapa banyak suara yang kita dengar mempengaruhi orang. Karena "suara" mengandung dua "emosi" yang berbeda. Emosi atau kesan yang dimaksudkan seseorang ketika dia mengeluarkan suara tersebut dengan kesan yang diterima oleh si pendengar atau orang lain belum tentu sama.
Pada dasarnya, komunikasi verbal juga rentan miskomunikasi. Sehingga komunikasi yang berhasil adalah bagaimana mengungkapkan berbagai emosi/kesan pada satu sama lain tanpa perbedaan antara si pembicara dan pendengar.
Di sekolah, kita belajar cara menggunakan "kata-kata", tetapi kita tidak pernah belajar cara menggunakan "intonasi" sehingga kita tahu bagaimana mengomunikasikan kata-kata itu. Jadi, saya pikir akan bagus jika institusi pendidikan akan mulai mempertimbangkan untuk memberikan "pendidikan suara" melalui pengalaman karya seni ini.
Sangat berarti bagi saya apabila ada beberapa orang di antara pengunjung dan staf magang yang berspesialisasi dalam komunikasi di universitas dan menjelaskan serta mendapat umpan balik yang baik tentang metode karya ini dari mereka.
Juga, saya sangat senang bahwa banyak anak-anak sepertinya menikmati hasil pekerjaan saya. Pendidikan adalah faktor penting dalam membangun negara. Saya akan sangat senang jika saya bisa memberi mereka kesempatan bagi yang tertarik pada suara dan komunikasi dan mengajarkannya melalui karya seni.