Makassar, IDN Times - Perum Damri Makassar menyatakan terus merugi dalam mengoperasikan bus transit cepat (BRT) Trans Mamminasata. Itu jadi alasan mengapa dari lima koridor yang awalnya berjalan, sekarang tinggal dua.
General Manager Damri Cabang Makassar M Ilyas Haryanto mengatakan, pihaknya sebagai operator yang ditunjuk pemerintah, mesti menyalurkan subsidi silang dari bus angkutan umum reguler agar BRT Trans Mamminasata tetap dapat beroperasi. Sejak 2014, kerugian akibat subsidi ini mencapai Rp3 miliar per tahun.
“Dari awal, katanya akan dibantu dari pemerintah provinsi dan pusat. Tapi sampai sekarang kami harus jalan dengan operasional sendiri,” kata Ilyas di Makassar, Selasa (2/4).
