Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim saat ditemui usai penyerahan Apresiasi Bunda PAUD Nasional pada Senin (18/11) mengaku salut dengan Bunda PAUD (IDN Times/Margith Juita Damanik)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim saat ditemui usai penyerahan Apresiasi Bunda PAUD Nasional pada Senin (18/11) mengaku salut dengan Bunda PAUD (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Makassar, IDN Times - Jelang Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari Senin (25/11) esok, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah merilis naskah pidato yang akan dibacakan pada upacara peringatan.

Dalam naskah dua halaman yang diunggah ke akun Twitter resmi Kemendibud @Kemendikbud_RI pada Sabtu (23/11) kemarin, Nadiem enggan menyelipkan kata-kata inspiratif dan retorik. Ia malah menjabarkan secara singkat tantangan yang dihadapi guru di seluruh penjuru Indonesia setiap harinya.

Setelah diunggah, naskah tersebut sudah dicuit ulang sebanyak lebih dari 3 ribu kali dan disukai oleh 5 ribu pengguna Twitter. Sejumlah figur lintas profesi seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, aktivis HAM Ananda Badudu, serta aktris Dian Sastrowardoyo turut berkomentar.

Lantas, seperti apa tanggapan organisasi yang menghimpun Guru seluruh Indonesia? Simak komentaar Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, (IGI) Ramli Rahim.

1. Ikatan Guru Indonesia merespons positif pidato peringatan Hari Guru Nasional yang ditulis oleh Mendikbud Nadiem Makarim

Dok.IDN Times/Istimewa

Naskah tersebut juga direspons positif oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim. "Sangat jelas terlihat keinginan beliau untuk fokus menyiapkan pelajar kita untuk masa depan yang lebih baik," ujarnya dalam rilis pers yang diterima IDN Times di Makassar pada Minggu (24/11).

Selain itu, ia juga menangkap keresahan Nadiem Makarim atas beban tugas administratif. "Beban administrasi ini selama ini menjadi tugas dan senjata pejabat-pejabat tertentu untuk membuat beban inspirasi guru semakin berat," lanjutnya.

IGI turut memandang bahwa inovasi memang diperlukan demi menyederhanakan jumlah mata pelajaran. Ia turut mendorong penguasaan bahasa asing bagi anak-anak didik serta menjadikan lulusan SMA-SMK mudah memasuki dunia kerja berbekal keterampilan dan keahlian.

2. Nadiem Makarim diminta membebaskan guru dari problem pendapatan rendah

caption

Lebih jauh, ketua IGI periode 2016-2021 tersebut juga menangkap keinginan Nadiem Makarim menempatkan guru pada posisi terhormat. Oleh karenanya, IGI meminta eks CEO Go-Jek tersebut bekerja keras demi misi mendekatkan guru-guru di seluruh Indonesia ke dalam level finansial yang terjamin.

"Ikatan Guru Indonesia mendorong agar Nadiem Makarim memastikan guru-guru, yang mengisi ruang-ruang kelas adalah guru-guru yang memiliki status yang jelas, masa depan yang jelas, dan memiliki pendapatan yang tidak berada di bawah upah minimum kabupaten atau upah minimum provinsi," paparnya.

Pihaknya juga meminta agar Nadiem menempatkan guru pada posisi yang mulia sehingga dapat fokus sepenuhnya kepada misi menyiapkan penerus bangsa. Caranya? Yakni membebaskan guru dari problem pendapatan rendah.

3. Selain itu, IGI memandang pentingnya guru untuk beradaptasi di era 4.0

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

"Prinsip guru tanpa tanda jasa sudah harus diubah, mengingat kebutuhan untuk kehidupan sehari-hari semakin berat. Karena itu guru-guru Indonesia harus ditempatkan pada posisi yang mulia dengan diberikan pendapatan yang layak," lanjut pria kelahiran Maros, Sulawesi Selatan, 41 tahun silam tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ramli kembali menegaskan komitmen serius organisasi yang berdiri sejak tahun 2000 itu untuk menyiapkan guru dengan kompetensi tinggi tanpa diberi anggaran oleh pemerintah. Terlebih, tenaga pengajar menurutnya wajib menyesuaikan diri dengan era 4.0.

"Ikatan Guru Indonesia hanya membutuhkan legitimasi agar pelatihan apapun yang dilakukan oleh Ikatan Guru Indonesia diakui dan mendapat penghargaan yang layak dari pemerintah," ujar alumnus Fakultas MIPA Universitas Hasanuddin itu.

Editorial Team