Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Instagram.com/psm_makassar
Instagram.com/psm_makassar

Makassar, IDN Times -  Pelatih PSM, Darije Kalezic, tak henti tersenyum saat memperkenalkan Ezra Walian di hadapan awak media pada Sabtu (7/8) sore. Kedatangan penyerang yang beberapa tahun terakhir berkutat di Eerste Divisie --divisi dua Belanda-- disambutnya dengan antusias. Ia seolah sadar bahwa langkah manajemen melakukan peremajaan memang sudah tepat.

"Saya sangat senang dia memilih tim ini. Dan di usianya yang masih muda, dia menjatuhkan pilihan kepada PSM. Ezra adalah penyerang yang bisa bermain di tiga posisi sektor depan (winger kiri atau kanan dan penyerang tunggal). Sebagai nilai tambah, dia adalah lulusan akademi sepak bola Ajax," pungkas coach Darije.

1. Menurut pelatih PSM, Darije Kalezic, Ezra Walian memang sudah dibidik sejak akhir musim 2018

Instagram.com/psm_makassar

Menurut pelatih berpaspor Swiss tersebut, keputusan Ezra menukar hiruk-pikuk sepak bola Negeri Kincir Angin dengan skena bal-balan Indonesia di usia muda sebagai hal yang berani. Kini Kalezic berharap sosok 21 tahun tersebut bisa memberi kemampuan terbaiknya. Selain itu, Ezra butuh waktu untuk beradaptasi baik dari segi strategi hingga etos kerja tim.

Dalam kesempatan serupa, Kalezic membocorkan bahwa pihak manajemen sudah cukup lama membidik Ezra. "Klub ini sebenarnya sudah coba merekrut Ezra sejak akhir musim lalu. Nah, saya kira orang-orang bahagia akhirnya transfer tersebut baru terjadi sekarang," lanjutnya.

2. Ezra menyebut kepindahannya ke Juku Eja sebagai "langkah besar"

Instagram.com/psm_makassar

Dalam kesempatan serupa, Ezra mengaku bangga telah resmi menjadi bagian dari penggawa Juku Eja. Pasca dilepas Almere City dengan status bebas transfer pada bursa transfer musim panas Eropa, pemilik nama lengkap Ezra Harm Ruud Walian tersebut ternyata tak perlu menunggu lama berlabuh ke klub baru.

"Saya bangga akhirnya bisa berada di klub sebesar PSM. Saya sebelumnya berbicara dengan coach Kalezic. Dan saya mendapatkan hal-hal baik dari pembicaraan tersebut. Saya melihat para pemain muda tim ini sering diberi kesempatan. Oleh karena itu saya memilih datang ke PSM. Ini adalah langkah besar bagi saya pribadi," papar pemain yang pernah membela Timnas Belanda U-17 tersebut.

3. Jebolan tim muda Ajax Amsterdam tersebut mengaku cocok dengan filosofi bermain Wiljan Pluim cs

Dok. Istimewa (PSM Makassar/Ahmad Alia)

Lebih lanjut, sang Amsterdamer membeberkan alasan sederhana di balik pemilihan nomor punggung 30 dan PSM. "Saya memilih nomor punggung 30 karena sama dengan tanggal lahir ibu saya. Ada beberapa klub yang datang berbicara, namun saya merasa cocok dengan filosofi bermain klub ini. Selain itu, kakek saya berasal dari Manado," tutupnya.

Dua tahun terakhir, Ezra memperkuat Almere City dan dipinjamkan setahun ke RKC Waalwijk. Pemilik 5 caps dan 1 gol bersama Timnas U-23 Indonesia itu mengantar klub yang disebut terakhir promosi ke Eredivisie musim 2019-2020. Ezra sendiri tak langsung jalani latihan, namun dia sempat menyapa para suporter di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging yang datang menyaksikan sesi latihan terbuka Wiljan Pluim cs.

Editorial Team